Proses Pembuatan Kopi Luwak Termahal di Dunia

proses pembuatan kopi luwak

Di artikel aku sebelumnya yaitu aku membahas tentang cara membuat donat paha ayam dan lain sebagainya.Tapi untuk kali ini aku mau membahas tentang proses pembuatan kopi luwak.

Proses pembuatanya sangat higienis sekali dan membutuhkan waktu agak lama agar bisa meminumnya.Langsung saja kita simak proses pembuatan kopi luwak.

Sejarah Kopi Luwak

proses pembuatan kopi luwak

Kopi yang terkenal didunia karena kenikmatannya. Kopi luwak yaitu dihasilkan dari sisa kotoran musang, dan kopi luwak Indonesia yang paling diminati.

Dari sejarah kopi luwak (en=civet coffee) adalah sisa kotoran musang atau sering disebut kopi luwak, (sumber para petani kopi).

Luwak adalah sejenis musang yang dengan nama latinya yaitu “Paradoxurus hermaphroditus”.

merupakan hewan yang sangat umum di Indonesia, meski tak jarang menjadi tersangka hilangnya ayam di perkampungan penduduk.

Namun sebenarnya makanan kegemaran utamanya adalah buah-buahan.

Salah satu kegemarannya adalah memakan buah kopi yang paling matang, sehingga biji hasil dari pencernaanya pun adalah biji kopi pilihan (luwak).

Sistem pencernaan luwak sangatlah sederhana serta cepat, sehingga pada kotorannya selalu tertinggal biji-bijian yang masih utuh.

Ketika kopinya dimakan yang di cerna hanyalah kulit atau daging buah kopinya saja.

Tetapi tidak mencerna bijinya oleh sebab itu musang mengeluarkanya melalui sistem pembuangan pecernaannya.

Enzim yang terdapat pada sistem pencernaan Luwak ,mampu mengurangi kadar asam pada biji kopi.

Sehingga biji kopi yang dihasilkan menjadi biji kopi kualitas terbaik.Penemuan terkait dengan sejarah Indonesia pada masa kolonial Belanda.

Pada abad ke-18 Belanda membawa bibit kopi Arabica dari Yaman untuk ditanam di tanah Jawa dan Sumatera.

Dengan sistem tanam paksa (cultuurstelsel) penduduk pribumi mulai menanam kopi.

Namun pihak kolonial tidak memperbolehkan para petani pribumi untuk memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi.

Kemudian pekerja perkebunan mulai menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan kopi.

Namun meninggalkan bijinya yang masih utuh dan terbungkus kulit ari dalam kotorannya.

Pekerja perkebunan mulai memunguti, mencuci, disangrai dan kemudian diseduh dengan air panas.

Kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya diketahui oleh Belanda sehingga menjadi kopi kegemaran orang Belanda.

Karena kopi tersebut sangat langka serta proses pembuatannya yang tak lazim sehingga kopi yang termahal sejak zaman kolonial.

Proses Pembuatan Kopi Luwak 

Kopi luwak adalah jenis kopi yang termahal di dunia. Proses fermentasi yang dilakukan melalui pencernaan musang atau luwak dapat membuat aroma dan rasa kopi jadi spesial.

Dalam acara Jelajah Gizi 2015 bersama Sarihusada di Bali (30/10), detikFood berkesempatan mengunjungi agrowisata Bali Pulina untuk melihat proses pembuatan kopi luwak secara tradisional.

Inilah prosesnya, yang dimulai dari biji kopi mentah hingga bubuk kopi siap seduh yang rasanya nikmat.

1. Proses Pembuatan Kopi Luwak Pada Biji kopi

Luwak tidaklah memakan semua biji kopi yang ada di alam. “Mereka memilih untuk memakan biji kopi yang warnanya merah karena rasanya manis,” ujar Purna, salah seorang pemandu di Bali Pulina.

Luwak mulai mengkonsumsi biji kopi mulai dari umur 6 bulan. “Namun biasanya kopi luwak supaya dapat dinikmati dihasilkan dari  luwak yang berumur 1 tahun ke atas,” tambahnya.

 2. Proses Pembuatan  Kopi Luwak Saat Penjemuran

Biji kopi yang sudah dicerna dan dikeluarkan oleh  luwak berupa feses segera diambil dan dibersihkan.

Setelah itu biji kopi dijemur di bawah sinar matahari langsung sampai kering.

Saat kering inilah, kulit biji kopi akan dikupas satu per satu menggunakan tangan alias manual.

“Kami juga melakukan pencucian kembali pada biji kopi dengan air panas hingga benar-benar bersih,” tambah Purna.

3.  Proses Pembuatan Kopi Luwak Saat Menyangrai

Proses selanjutnya yaitu proses menyangrai biji kopi di atas tungku kayu. “Aroma biji kopi akan makin enak jika disangrai dengan cara tradisional seperti ini,” jelas Purna.

Dalam 1 wajan bisa disangrai 1 kg biji kopi sekaligus. Waktu yang dibutuhkan sekitar 45 menit.

4.Proses Pembuatan Kopi Luwak Saat Penyajian

Biji kopi ditumbuk hingga halus dengan menggunakan alu dan lumpang kayu .

Nantinya biji kopi inilah yang siap dikonsumsi. “Sebaiknya nikmatilah kopi luwak ini tanpa gula supaya rasanya lebih nikmat.

Penambahan gula justru bisa mengembalikan kandungan asam pada kopi yang kurang baik untuk pencernaan,” jelas Purna.

Secangkir kopi luwak khas Bali ini benar-benar nikmat dengan rasanya yang  pahit dan asam ringan.

Jenis Musang Dalam Proses Pembuatan Kopi Luwak

Musang atau luwak merupakan hewan mamalia yang gemar mengonsumsi buah-buahan dan biji kopi.

Jenis biji kopi yang dimakan adalah kopi arabika dan robusta yang berkualitas bagus.

Berikut nama-nama musangnya :

1. Musang Pandan (musang kucing) dengan nama ilmiah Paradoxurus hermaphroditus.Musang Pandan yang mengeluarkan aroma pandan.

Biasanya hanya musang jantan yang tujuannya untuk memikat musang betina.Musang Pandan banyak ditemui di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

2. Musang Bulan dengan nama ilmiah Puguma larvata. Musang Bulan paling selektif dalam memilih biji kopi yang ingin dimakannya.

Karena itu harga kopinya paling mahal.Jenis musang ini paling banyak ditemui di Asia Timur dan Asia Tenggara.

3. Musang Rase dengan nama ilmiah Viverricula malaccensis. Musang Rase paling banyak ditemui di Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa, Bali, dan Asia Tenggara.

Pemberian Makan pada Musang 

Buah kopi merah yang telah disortir dengan cara perendaman selanjutnya dibagikan kedalam wadah untuk diberikan kepada musang / luwak.

Dalam hal ini, peternakan di lampung barat menggunakan musang / luwak jenis binturong.

Dan bulan yang mana dari beberapa jenis musang yang ada, hanya kedua jenis ini yang merupakan pemakan kopi.

Dalam Proses ini, musang / Luwak sangatlah berperan penting dimana indra penciumanya akan digunakan dalam mensortir buah kopi.

Dengan tingkat kematangan sempurna yang mana musang / luwak ini menyukai rasa manis dari buah kopi yang benar-benar matang.

Biji kopi yang benar-benar tertelan selanjutnya mengalami proses fermentasi didalam lambung musang.

Yang selanjutnya akan dikeluarkan kembali bersama dengan kotoran (kopi luwak).

Penyucian Kopi Dalam Proses Pembuatan Kopi Luwak

Bagi umat muslim, kehalal-an adalah hal penting yang harus diperhatikan. Sebelumnya saya telah menyinggung mengenai penyucian yang dapat dilakukan dengan dua versi.

Yakni penyucian dengan pencucian kotoran secara langsung sebagaimana yang telah dijelaskan dalam pembuatan gabah kopi luwak.

Lalu bagaimana penyucian ini dilakukan jika proses pembuatan melalui proses pembuatan raw beans?.

Jawabnya adalah pencucian yang dilakukan sebanyak 7x yang salah satunya di campur tanah seperti tuntunan dalam syariat Islam sebelum dilakukan penggorengan (roasting).

Pembubukan dan Pengemasan Kopi Luwak

Proses pembubukan dapat dilakukan dengan cara manual menggunakan penumbuk.

Yang dalam bahasa traditional di sebut lesung atau dilakukan dengan cara modern menggunakan alat.

Setelah bubuk kopi luwak sudah didapatkan, selanjutnya akan dikemas dengan menggunakan aluminium foil.

Penggunaan kemasan dengan bahan aluminium foil dapat menjaga kesegaran kopi baik kualitas maupun aroma yang menjaga keawetan kopi tersebut dalam waktu yang relatif lama.

Penutup Proses Pembuatan Kopi Luwak

Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan mengenai proses pembuatan kopi luwak.

Apabila ada kesalahan di artikel saya,saya mohon maaf.Sekian dan Terimakasih.