Jual Alat Pembuat Kopi atau Mesin Kopi

Jual Alat Pembuat Kopi-Mesin Pembuat Kopi

Jual Alat Pembuat Kopi-Alat Pembuat Kopi atau Mesin Pembuat Kopi adalah sekumpulan alat yang berfungsi untuk membuat kopi. Mulai dari awal proses pengupasan biji kopi hingga menjadi kopi bubuk.

Peralatan Mesin Kopi atau Alat Pembuat Kopi yang umum dipakai antara lain adalah sebagai berikut. Mesin pengupas biji kopi kering, Alat sortasi biji kopi kering, mesin sangrai kopi, mixer kopi mekanis, dan mesin pembubuk kopi.

Alat pengupas biji kopi basah, Mesin sortasi biji kopi  basah, Alat pencuci buah kopi, Oven pengering kopi.

Model dan Spesifikasi Jual Alat Pembuat Kopi

1. Jual Mesin Pengupas Kopi Basah

jual alat pembuat kopi

Spesifikasi jual alat pembuat kopi

Mesin Pengupas Kopi Basah :

Kapasitas :  200 Kg / Jam.
Bahan Material :  Platezzer.
Bahan Material Rangka :  Besi Siku.
Penggerak :  Elektro Motor ( Motor Listrik ) / Motor Bensin.
Daya ( Power ) :   1 HP 1 Phase ( Motor Listrik ) / 5,5 HP ( Motor Bensin ).
Tegangan Listrik ( Motor Listrik ) :  220 Volt.
Frekuensi Listrik ( Motor Listrik ) :  50 Hz / 60 Hz..
Energi Yang Digunakan :  Listrik ( Motor Listrik ) / Bensin ( Motor Bensin ).
Bahan Material Pisau :  Stainless Steel Anti Karat.
Fungsi :  Untuk Mengupas Kulit Kopi Yang Masih Basah ( Untuk Menghilangkan Kulit Kopi Yang Masih Menempel Sesaat Setelah Panen ).

2. Mesin Sortasi Kopi Basah

jual alat pembuat kopi

Spesifikasi jual alat pembuat kopi

Mesin Sortasi Kopi Basah :

Dimensi Mesin : 2400 mm X 900 mm X 1200 mm.
Penggerak :  Motor Bensin / Motor Listrik ( Elektro Motor ).
Energi Yang Digunakan :  Bensin ( Motor Bensin ) / Listrik ( Motor Listrik ).
Daya ( Power ) :  5,5 HP ( Motor Bensin ) / 1 HP ( Motor Listrik ).
Transmisi :  Sabuk V.Belt Dan Pulley.
Kapasitas Proses :  200 Kg / Jam.
Rangka Mesin :  Baja Profil Kotak.
Pemisah Biji :  Ayakan Stenliss Steel.
Fungsi :  Menyortasi Biji Kopi Basah.

3. Mesin Pencuci Buah Kopi

Spesifikasi jual alat pembuat kopi

Mesin Pencuci Buah Kopi :

Dimensi Mesin :  700 mm x 800 mm x 1200 mm.
Penggerak :  Motor bensin merk Hondqa 5,5 PK
Tegangan Listrik :  220 Volt.
Frekuensi Listrik :  50 Hz / 60 Hz.
Kapasitas Proses :  200 Kg / Proses ( Atau Sesuai Permintaan ).
Bahan Material Rangka Mesin :  Besi Siku.
Transmisi :  Sabuk karet V dilengkapi dengan kopling dan pelindung,
Drum pencuci :  Pelat alumunium
Rangka mesin :  baja profil kotak
Fungsi :   Untuk Mencuci Kopi Setelah Disortasi Agar Lebih Bersih

4. Oven Pengering Biji Kopi

Spesfikasi jual alat pembuat kopi

Oven Pengering Biji Kopi :

Tipe :  KRK-K1000
Kapasitas :  750 kg – 1 ton / proses
Dimensi :   4000 x 2000x 1000 mm
Pemanas :  Gas / Biomasa
Bahan Platizer :  1 mm, siku 5/5
Lama Pengeringan :  50 Jam
Penggerak :  EM 1 Hp 220 V 1 Ph/  MB 5,5Hp
Sistem :  Siklon blower
Fungsi :  mengeringkan kopi/ kakao

Kapasitas Proses Oven Pengering Biji Kopi :

  • 500 Kg / Proses.
  • 1ooo Kg /Proses.
  • 2000 Kg / Proses.
  • atau sesuai permintaan.

5. Mesin Pengupas Biji Kopi Kering

Spesifikasi Mesin Pengupas Biji Kopi Kering :

Tipe :  KKK-K200
Kapasitas :  200 kg/jam
Dimensi : 1000x600x1200 mm
Bahan : Platezer
Kerangka : besi siku
Penggerak : Eletro Motor 1 Hp / Motor Bensin 5,5 HP
Fungsi :  untuk mengupas kulit kopi dari biji kopi kering

6. Mesin sortasi Biji Kopi Kering

Spesfikasi jual alat pembuat kopi

Mesin Sortasi Biji Kopi Kering :

Dimensi Mesin : 2400 mm X 900 mm X 1200 mm.
Penggerak :  Motor Bensin / Motor Listrik ( Elektro Motor ).
Energi Yang Digunakan :  Bensin ( Motor Bensin ) / Listrik ( Motor Listrik ).
Daya ( Power ) :  5,5 HP ( Motor Bensin ) / 1 HP ( Motor Listrik ).
Transmisi :  Sabuk V.Belt Dan Pulley.
Kapasitas Proses :  200 Kg / Jam.
Rangka Mesin :  Baja Profil Kotak.
Pemisah Biji :  Ayakan Stenliss Steel.
Fungsi :  Menyortasi Biji Kopi Basah.

7. Mesin Sangrai Kopi atau Roaster Kopi

jual alat pembuat kopi

Spesifikasi jual alat pembuat kopi

Mesin Sangrai Kopi atau Roaster Kopi :

Tipe  / Sitem ( Mesin ) : Sistem Pemanas Semi Udara Panas.
Bahan Material : Plat Stainless Steel Anti Karat 304.
Rangka Mesin : Besi Siku.
Dimensi Mesin : 1700 mm x 780 mm x 1450 mm.
Berat Mesin : 250 Kg.
Energi Yang Digunakan : Listrik Dan Gas.
Pemanas : Kompor Gas.
Daya ( Power ) Listrik : 500 Watt.
Tegangan Listrik : 220 V.
Frekuensi Listrik : 50 Hz / 60 Hz.
Kecepatan Putar Spindle Cooling Tank : 15 RPM.
Waktu Penyangraian : Kurang Lebih 15 Menit.
Kapasitas : 15 Kg – 20 Kg / Jam.

8. Mixer Kopi Mekanis

Spesifikasi jual alat pembuat kopi

Mixer Kopi Mekanis :

Penggerak Blower : Elektro Motor ( Motor Listrik ).
Daya ( Power ) : 1/2 HP 1 Phase.
Energi Yang Digunakan : Listrik.
Tegangan Listrik : 220 Volt.
Frekuensi Listrik : 50 Hz / 60 Hz.
Bahan Material Rangka : Besi Siku.
Bahan Material Bodi : Stainless Steel Anti Karat.
Kapaitas : 50 Kg / Proses ( Atau Bisa Saesuai Permintaan Pelanggan ).
Fungsi : Untuk Mengaduk Kopi Secara Mekanis Untuk Mendapatkan Bubuk Yang Merata.

9. Mesin Pembubuk Kopi (Grinder Kopi)

jual alat pembuat kopi

Spesifikasi jual alat pembuat kopi

Mesin Pembubuk Kopi ( Grinder Kopi ) :

Tipe Piringan Dilengkapi Dengan : Meja Kerja Dan Ruang.
Penggerak : Motor Bensin.
Energi Yang Digunakan : Bensin.
Daya ( Power ) : 5,5 HP.
Transmisi : Sabuk V.Belt Dan Pulley.
Kapasitas Proses : 15 Kg / Proses.
Rangka Mesin : Baja Profil Kotak.
Pengumpul Hasil Bubuk : Box Plastik.
Fungsi : Untuk Membubukan Kopi Setelah Dilakukan Proses Roasting.

8 Langkah Cara Membuat Kopi Sendiri Dirumah yang Bisa Anda Lakukan

Berikut ini adalah beberapa langkah cara membuat kopi yang bisa anda lakukan secara mandiri atau kelompok.

1. Penyortiran (Seleksi / sortasi ) Biji Kopi

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu sortasi yang sudah dilakukan sejak pemetikan, tetapi harus diulangi lagi pada waktu pengolahan.

Sortasi pada awal pengolahan dapat langsung dilakukan setelah kopi dipetik atau datang dari kebun.

Caranya, kopi yang berwarna hijau, hampa, dan terserang bubuk harus disatukan.

Sementara kopi berwarna merah harus dipisahkan karena kopi yang berwarna merah ini yang akan menghasilkan kopi bermutu baik.

Agar prosesnya lebih mudah dan efisien Anda dapat menggunakan Mesin Pembuat Kopi model mesin sortasi biji kopi kering.

2. Pengeringan Biji Kopi

Langkah selanjutnya yaitu pengeringan. Kopi yang telah dipetik dan disortasi, harus segera dikeringkan agar tidak mengalami proses kimia yang dapat menurunkan mutu kopi.

Untuk pengeringannya sendiri bisa dilakukan secara alami dengan cara menjemurnya dibawah paparan sinar matahari. Atau bisa melakukan menggunakan mesin yaitu dengan menggunakan Mesin Pembuat Kopi model oven pengering biji kopi.

3.) Pengupasan kulit (Hulling)

Hulling atau pengupasan kulit kopi pada pengolahan kering agak berbeda dengan hulling pada pengolahan basah.

Hulling pada pengolahan kering ini bertujuan untuk memisahkan biji kopi dari kulit tanduk, kulit biji, dan kulit ari dari biji kopi.

Proses hulling ini dapat dilakukan dengan menggunakan Alat Pembuat Kopi model mesin pengupas buah kopi.

Nah kalau kopinya sudah benar-benar kering. Kulit tanduk dan kulit ari dikupas menggunakan Mesin Pembuat Kopi model Mesin Pengupas Biji Kopi. Selanjutnya lakukan sortasi biji kopi dengan Mesin Pembuat Kopi model Mesin Sortasi Biji Kopi

4. Sotasi Biji

Langkah selanjutnya yaitu sortasi biji. Proses Sortasi biji ini tujuan untuk membersihkan biji kopi dari kotoran.

Sehingga biji kopi dapat memenuhi syarat mutu dan mengklasifikasikan kopi itu menurut standar mutu yang ditetapkan.

Biasanya sortasi biji kopi dilakukan menggunakan Alat Pembuat Kopi model Mesin Sortasi Biji Kopi.

Secara garis besar, sortasi kopi asal (kopi dari petani yang belum disortasi) dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu sebagai berikut:

  1. Proses Sortasi jenis, asal , dan cara pengolahan kopi secara basah tidak boleh campur dengan pengolahan kopi secara kering. Karena memiliki kelas mutu berbeda. Biji Kopi yang berasal dari gelondong merah tidak boleh dicampur dengan kopi yang berasal dari gelondong hijau. Kopi yang berasal dari jenis robusta, arabika, dan liberika masing-masing tidak boleh dicampur. Kopi rabusta biasanya berwarna hijau muda kekuning-kuningan, kopi arabika berwarna kebiru-biruan. Biji Kopi liberika dan hibrida biasanya berwarna kuning kecokelatan.
  2. Penyortiran untuk membersihkan kotoran. Sortasi ini bertujuan untuk membersihkan kopi dari kopi gelondong, kopi berkulit tanduk, dan kotoran. Seperti pecahan ranting, kulit biji berjamur dan berbau busuk. Petani biasanya hanya melakukan sortasi sampai tahap ini.

5. Penyangraian Biji Kopi

Kunci utama dari proses pembuatan bubuk kopi ini terletak pada proses penyangraiannya. Penyangraian ini merupakan suatu proses yang penting dalam dunia industri perkopian yang sangat menentukan mutu minuman kopi yang akan diperoleh.

Singkatnya, proses ini mengubah biji-biji kopi mentah yang tidak enak menjadi minuman dengan aroma dan citarasa yang nikmat. Nah agar bisa didapat mutu kopi yang baik. Sebaiknya proses penyangraian dilakukan dengan menggunakan Alat Pembuat Kopi model mesin sangrai kopi.

Tujuan penyangraian biji kopi ini yaitu untuk mensintesakan senyawa-senyawa pembentuk citarasa dan aroma khas biji kopi.

Proses penyangraian diawali dengan penguapan air yang ada di dalam biji kopi dengan memanfaatkan panas yang tersedia. Kemudian diikuti dengan penguapan senyawa volatil serta proses pirolisis atau pencokelatan biji.

Waktu proses penyangraiannya ini bervariasi, dari 7 sampai 30 menit, tergantung pada jenis alat dan mutu kopi bubuk.

Proses penyangraian ini diakhiri saat aroma dan citarasa kopi yang diinginkan telah tercapai yang diindikasikan dari perubahan warna biji. Yang semula berwarna kehijauan menjadi cokelat tua, cokelat-kehitaman, dan hitam.

Tapi hati-hati jangan sampai gosong (over roasted), karena justru akan bikin kopi bubuknya jadi terasa pahit dan tidak enak.

Pengolahan biji kopi ini perlu disesuaikan dengan permintaan adan kegemaran konsumen atau sesuai dengan selera.

Ada beberapa tingkatan penyangraian yang harus kita ketahui. Yaitu light roast (sangrai cakupan), medium roast (sangrai sedang), dan dark roast (sangrai matang).

Cara penyangraian yang berbeda-beda ini selain berpengaruh terhadap citarasa, juga turut menentukan warna bubuk kopi yang dihasilkan.

Kita semua sudah tau, kopi memang merupakan sebagaian besar minuman yang dikonsumsi secara luas di dunia.

Daya terima terhadap kopi yang tinggi itu disebabkan oleh banyak faktor, salah satu faktor pentingnya itu adalah aroma dan flavornya.

6. Penggilingan (Penumbukan) Biji Kopi

Langkah selanjutnya setelah penyangraian adalah proses penggilingan. Penggilingan yaitu proses pemecahan biji-biji kopi yang telah disangrai untuk mendapatkan bubuk kopi.

Nah ukuran butir-butir bubuk kopi ini berpengaruh terhadap aroma kopi. Umumnya semakin kecil ukurannya, maka rasa dan aromanya semakin baik.

Ini karena sebagian besar bahan yang terdapat di dalam bahan kopi dapat larut dalam air ketika diseduh. Proses penggilingan ini dapat dilakukan dengan menggunakan Alat Pembuat Kopi model Mesin Giling Kopi.

Alat Pembuat Kopi model Mesin Giling Kopi ini biasanya sudah dilengkapi dengan alat pengatur ukuran partikel kopi. Sehingga otomatis bubuk kopi yang keluar berukuran seperti yang diinginkan dan juga tidak perlu disaring lagi.

7. Pengemasan Kopi Bubuk

Tujuan dari pengemasan adalah untuk mempertahankan aroma dan citarasa kopi bubuk selama transportasi, didistribusikan ke konsumen. Serta selama dijajakan di toko, di pasar tradisional maupun di pasar swalayan.

Demikian halnya selama disimpan oleh konsumen. Jika dikemas secara baik, kesegaran, aroma, dan citarasa kopi bubuk akan berkurang secara signifikan setelah satu atau dua minggu.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keawetan kopi bubuk selama dikemas anatara lain :

  • Kondisi Penyimpanan ( Suhu Lingkungan).
  • Tingkat Penyangraian.
  • Kadar Air Pada Kopi Bubuk.
  • Kehalusan Kopi Bubuk.
  • Dan Kandungan Oksigen Di Dalam Kemasan.

Selain keawetan, kemasan juga perlu diperhatikan dari segi desain kemasan kopi agar menarik untuk pembeli kopi bubuk.

Rancangan atau desain gambar, warna, dan tulisan dicetak dengan jelas di permukaan kemasan. Sehingga akan menarik minat pembeli dan tampil beda dengan produk-produk sejenis yang telah beredar di pasaran.

Pengemasan pada Industri UKM tidak seperti pada pabrik kopi bubuk skala besar. Pengemasan kopi bubuk untuk industri skala UKM pada tahap awal cukup dengan menggunakan pengemas hand sealer.

Jika dinginkan usia simpan kopi bubuk yang lebih lama, udara di dalam kemasan dikurangi ke tingkat yang paling rendah. Yakni <1%, menggunakan Mesin Vacuum Sealer ( hampa udara).

Proses pengemasan secara manual dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu memasukkan kopi bubuk ke dalam kemasan, menimbang kemasan, dan menutup kemasan.

Ketiganya dilakukan oleh tiga operator secara berurutan. Sedangkan, labeling tanggal kadaluwarsa dilakukan setelah seluruh tahapan proses pengemasan selesai.

8. Penyimpanan

Langkah yang terakhir yaitu penyimpanan. Kopi yang sudah disangrai dan giling mudah sekali mengalami perubahan, misalnya perubahan aroma, kadar air, dan ketengikan.

Makanya kalau Anda taruh kopi di tempat terbuka pasti secara perlahan akan kehilangan aroma dan berbau setelah 2-3 minggu.

Nah kehilangan aroma ini disebabkan oleh menguapnya zat caffeol yang beraroma khas kopi. Sementara ketengikan ini disebabkan oleh reaksi antara lemak yang terdapat dalam kopi dengan oksigen di udara.

Maka dari itu, untuk menghindari penurunan mutu pada kopi yang telah disangrai selama penyimpanan, lebih baik kopi disimpan sebelum digiling. Ini karena biji kopi yang telah disangrai tapi belum digiling punya daya simpan2-3 kali kopi yang telah digiling.

Kopi yang sudah digiling juga sebaiknya disimpan dan dipak dengan lapisan kedap udara. Biasanya kopi bubuk disimpan dalam kemasan kaleng atau hampa udara sehingga kopi bisa tahan lama.

Beberapa Jenis-Jenis Kopi

1. Kopi Luwak

Anda pasti sering mendengar jenis kopi luwak ini. Kopi luwak ini snagat terkenal dan populer di Indonesia.

Kopi luwak merupakan salah satu kopi yang cukup fenomenal. Karena kopi luwak ini dinobatkan sebagai salah satu jenis kopi termahal di dunia.

Selain mahal, kopi ini dihasilkan melalui proses yang cukup aneh. Karena kopi harus dimakan dulu oleh luwak.

Kemudian kotoran luwak yang mengandung biji kopi yang tidak tercerna dengan sempurna itu diambil dan diproses untuk jadi minuman.

Banyak orang yang percaya bahwa proses fermentasi biji kopi oleh luwak menjadikan rasa kopi ini lembut dan eksotis.

2. Kopi Arabika

Kopi jenis ini menjadi salah satu kopi yang paling terkenal karena memang tersebar hampir di seluruh dunia. Biji Kopi Arabika dianggap sebagai biji kopi tradisional dengan cita rasa yang paling baik oleh para pecinta kopi.

Jadi tidak heran lagi kalau kopi yang biasa tumbuh di daerah sejuk dan dingin ini menguasai pasar kopi dunia. Yakni dengan persentase sebanyak 70-80% dari jumlah kopi yang beredar di pasaran.

Kopi arabika ini memiliki ciri-ciri yaitu ukuran biji yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis kopi lainnya.

Selain itu, kopi arabika ini juga memiliki rasa dan aroma yang lebih nikmat. Dan kandungan kafeinnya lebih rendah sehingga baik untuk dikonsumsi.

3. Kopi Robusta

Jenis kopi selanjutnya yang paling populer di Indonesia dan di dunia ialah Kopi robusta. Jenis kopi ini memiliki ciri-ciri ukuran biji yang besar dan umumnya berbentuk oval.

Robusta bisa tumbuh dalam lingkungan sejuk maupun di lingkungan yang tergolong panas, dimana jenis kopi arabika tidak bisa tumbuh.

Kopi yang biasa tumbuh di negara-negara beriklim tropis dan subtropis ini memang tidak memiliki aroma dan rasa sebaik kopi arabika. Rasanya juga lebih asam dan sedikit pahit, serta kandungan kafeinnya juga lebih tinggi.

Maka dari itu kopi jenis ini dihargai dengan harga yang lebih murah dari jenis kopi Arabika. Walau begitu, masih ada banyak orang yang suka dengan jenis kopi yang satu ini.