Mesin Induksi Sealer

Mesin Induksi Sealer yaitu alat yang berfungsi untuk menyegel botol dengan alumunium foil menggunakan sistem pemanas induksi.

Jika Mesin Segel Induksi dikombinasikan oleh alumunium foil menghasilkan segel tutup botol yang terjamin kerapatannya.

Teknologi pengemasan menggunakan Induksi sangat bermanfaat untuk industri farmasi. Dimana dunia farmasi adalah dunia yang penuh dengan kehigienisan, steril, dan tidak terkontaminasi dengan hal hal luar.

Mesin Segel Induksi dapat melakukan tugas tersebut dengan fungsinya yang dapat menyegel botol atau wadah dengan sangat rapat dan terjaga. Sehingga produk terjaga kehigienisanya, kestrilannya, dan tidak terkontaminasi dengan zat lain tentunya.

Model Dan Spesifikasi Mesin Induksi Sealer Dayyamesin

 

1. Induction Sealer DGYF – S 500 A Capper Induksi Elektromagnetik

Mesin Induksi Sealer

Mesin Induksi Sealer DGYF – S 500 A

Energi Yang Digunakan : Listrik.
Tegangan Listrik : 220 V.
Frekuensi Listrik : 50 Hz / 60 Hz.
Daya ( Power ) : 500 Watt.
Diameter Segel : 20 mm – 100 mm.
Berat Mesin : 5 Kg.
Dimensi Mesin : 340 mm x 290 mm x 150 mm.

2. Induction Sealer DGYF – S 500 C Capper Induksi Elektromagnetik

Mesin Induksi Sealer DGYF – S 500 C

Energi Yang Digunakan : Listrik.
Tegangan Listrik : 220 V.
Frekuensi Listrik : 50 Hz / 60 Hz.
Daya ( Power ) : 500 Watt.
Diameter Segel : 60 mm – 130 mm.
Berat Mesin : 5 Kg.
Dimensi Mesin : 340 mm x 290 mm x 150 mm.

 

3. Induction Sealer LGYF – 1500 A – I Paint Housing

Mesin Induksi Sealer – Mesin Sealer Alumunium Foil Terbaru 2020

Mesin Induksi Sealer LGYF – 1500 A – I Paint Housing

Energi Yang Digunakan : Listrik.
Tegangan Listrik : 220 V.
Frekuensi Listrik : 50 Hz / 60 Hz.
Daya ( Power ) : 1500 Watt.
Diameter Segel : 20 mm – 50 mm.
Kecepatan : 0 – 10 Botol / Menit.
Berat Mesin : 38 Kg.
Dimensi Mesin : 1150 mm x 480 mm x 400 mm.

 

4. Induction Sealer LGYF – 1500 A – II S / S Housing

Mesin Induksi Sealer – Mesin Sealer Alumunium Foil Terbaru 2020

Mesin Induksi Sealer LGYF – 1500 A – II S / S Housing

Energi Yang Digunakan : Listrik.
Tegangan Listrik : 220 V.
Frekuensi Listrik : 50 Hz / 60 Hz.
Daya ( Power ) : 1500 Watt.
Diameter Segel : 20 mm – 50 mm.
Kecepatan Proses : 0 – 10 Botol / Menit.
Berat Mesin : 38 Kg.
Dimensi Mesin : 1150 mm x 480 mm x 400 mm.

 

5. Induction Sealer FL – 1500

Mesin Induksi Sealer – Mesin Sealer Alumunium Foil Terbaru 2020

Mesin Induksi Sealer FL – 1500

Energi Yang Digunakan : Listrik.
Tegangan Listrik : 220 V.
Frekuensi Listrik : 50 Hz / 60 Hz.
Daya ( Power ) : 1500 Watt.
Diameter Segel : 20 mm – 50 mm.
Kecepatan Proses : 0 – 10 Botol / Menit.
Berat Mesin : 38 Kg.
Dimensi Mesin : 1150 mm x 480 mm x 400 mm.

 

Keunggulan Mesin Induksi Sealer / Mesin Sealer Alumunium Foil Dayyamesin

  • Dilengkapi Dengan Perangkat Elektromagnetik Yang Menghasilkan Panas Tinggi Dengan Cepat.
  • Hasil Penyegelan Rapat, Kuat, Tidak Mudah Rusak, Serta Terjaga Dari Kontaminasi Dunia Luar.
  • Komponen Dan Bahan Material Berkualitas Dan Lolos Quality Control.
  • Mesin Bisa Beroperasi Tanpa Jeda ( Alias Continue ).
  • Mesin Mudah Dioperasikan Dan Mudah Dirawat.
  • Hemat Energi Dan Ramah Lingkungan.
  • Proses Penyegelan Cepat Dan Mudah.
  • Banyak Sekali Model Dan Jenisnya.
  • Mesin Bergaransi.
  • Efektif Dan Efisien.

Manfaat Mesin Induction Sealer

Berikut ini manfaat tersembunyi yang bisa Anda dapatkan dari mesin induction sealer Ramesia:

1.Pengguna Produk Anda Dapat Melihat Integritas Produk

Bisnis tanpa branding tidak akan bertahan lama.Selain memikirkan sisi fungsional produk yang dijual, kemasan memiliki peranan untuk menunjukkan karakter si pemilik bisnis.

Produk dengan kemasan yang “asal-asalan”, tentu lama-kelamaan akan digeser dengan produk lain yang serius dalam mengemas produknya.

2.Meyakinkan Bahwa Produk yang Dibeli Bukanlah Barang Tiruan

Salah satu trik agar produk kita tidak mudah ditiru adalah dengan desain unik pada lapisan penutup botol.

3.Perekatan Aluminium Foil yang Kuat

Sistem induksi pada mesin sealer ini akan membuat lapisan alumunium menempel dengan kuat.

Sehingga produk Anda tidak akan mengalami penjamuran atau kebusukan lebih cepat. Mesin ini wajib dimiliki oleh para pengusaha yang bergerak terutama di bidang farmasi, kosmetik maupun kuliner.

4.Mencegah Kebocoran Produk Cairan

Selain produk berbahan dasar padat dan kering, seal juga bermanfaat untuk menjaga produk Anda dalam bentuk cairan atau minyak agar tidak mudah bocor.

5.Cara Penggunaan Mesin Ternyata Sangat Sederhana dan Mudah

Untuk pengoperasian tidak dibutuhkan teknisi dengan keterampilan khusus. Bahkan Anda dengan mudah bisa mempelajari penggunaan mesin melalui video tutorial saja.

6.Bisa Digunakan Untuk Berbagai Kemasan

Tidak hanya produk berkemasan botol saja sealer ini bisa digunakan untuk melapisi berbagai kemasan lain. Sebagai contoh; pengemasan toples untuk camilan, gelas berisi bubuk, dan tabung berisi minyak.

7.Proses Penyegelan Dilakukan dalam Hitungan Detik

Mesin ini didesain sehingga Anda dapat melakukan penyegelan dalam waktu yang sangat singkat. Baik bisnis dalam skala kecil maupun besar, terdapat aneka jenis mesin yang dapat disesuaikan dengan bujet dan kebutuhan Anda.

8.Ramah Lingkungan

Belakangan, gaya hidup ramah lingkungan banyak diterapkan para pebisnis untuk mengemas produk yang mereka jual. Caranya adalah dengan cara menerapkan penyegelan aluminium foil tanpa penggunaan tutup ulir botol tambahan. Tentunya hal ini harus disesuaikan dengan jenis produknya, misalnya untuk produk yang sekali pakai atau sekali konsumsi saja.

Harga Mesin Induksi Sealer Dayyamesin

Untuk mengetahui harga dan informasi Mesin Induksi Sealer kami dapat menghubungi call center kami.

Cara Menggunakan Mesin Induksi Sealer Dayyamesin

  1. Persiapkan Produk, Tutup Botol, Mesin Induksi Sealer, serta Alumunium Foil.
  2. Lalu hidupkan Mesin Induksi Sealer dengan menekan tombol ON.
  3. Setelah itu atur lama waktu pemanasan atau penyegelan alumunium foil.
  4. Masukkan alumunium foil ke dalam tutup botol lalu tutuplah botol dengan tutup botol yang sudah diberi alumunium di dalamnya.
  5. Angkat Tuas Pemanas / Penyegel dan letakkan di atas yang sudah anda beri tutup botol tadi.
  6. Tekan tombol merah pada Tuas Penyegel untuk mulai penyegelan alumunium foil yang berada di dalam tutup botol.
  7. Tunggu sampai waktu penyegelan yang sudah anda atur tadi selesai.
  8. Lalu angkat Tuas Penyegel untuk mengekhiri proses penyegelan alumunium foil.
  9. Ulangi proses hingga semua Botol Produk anda selesai tersegel dengan alumunium foil semua.

Kegunaan Mesin Induksi Sealer / Mesin Sealer Alumunium Foil

Namun tidak menutup kemungkinan jika Mesin Segel Botol juga bisa digunakan untuk produk lain, dengan sayarat memang membutuhkan sistem segel induksi.

Dengan menggunakan Mesin Segel Induksi Alumunium Foil lalu proses penyegelan botol ( produk ) anda akan semakin mudah dan cepat. Hasil dari penyegelanpun dengan menggunakan Mesin Segel Botol pun akan lebih terjamin tertutup rapat dan kuat.

Penawaran Dari Dayyamesin

Mesin Induksi Sealer Dari CV.Dayyamesin dirancang serta dibuat khusus untuk dapat menyegel produk dengan sangat rapat dan terjaga.

Mesin Segel Botol Dayyamesin sangat cocok digunakan industri yang membutuhkan segel yang rapat dan terjaga dari kontaminasi dunia luar.

Mesin Segel Induksi? Dayyamesin dilengkapi dengan Elektromagnetik untuk menghasilkan panas yang tinggi. Supaya alumunium foil lebih cepat merekat pada botol ( produk ) dengan rapat dan kuat, serta terjaga dari kontaminasi dunia luar.

Alat Segel Botol Dari CV. dirancang dan dibuat dengan penuh perhitungan dan professional. Serta dibuat dari bahan yang pastinya berkualitas dan telah lolos uji QUALITY CONTROL.

Sehingga Kualitas, Keandalan, Keamanan, dan Keunggulan Alat Segel Induksi kami terjamin. Tentunya kami juga menawarkan Mesin Segel Induksi kami dengan harga yang lebih murah dari pada yang lain.

Info Pemesanan Mesin Induksi Sealer / Mesin Sealer Alumunium Foil Dayyamesin

Dayyamesin – Pusat Distributor Alat Dan Mesin Kebutuhan Usaha Anda.

Dayyamesin sedia Mesin Induksi Sealer yang dapat membantu anda dalam menyegel produk anda dengan cepat, mudah, rapat, dan terjaga.

Kami siap membantu anda dalam mengembangkan usaha anda. Kenapa Harus Kami ? Kami adalah perusahaan penyedia atau pembuat alat – alat / mesin – mesin yang terpercaya.

Seperti mesin – mesin untuk industri, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, konstruksi, UMKM, dan lain – lain. Mulai dari mesin yang sederhana hingga mesin- mesin industri besar, seperti Induction Sealer.

Layanan kami hanya untuk anda adalah memberikan training dalam mengoperasikan mesin – mesin dari kami.

Selain itu kami juga siap memberikan konsultasi kepada anda pada saat anda bingung mau usaha apa ? Sedangkan anda punya modal untuk diinvestasikan.

Dayyamesin hanya akan memberikan mesin – mesin yang berkualitas untuk anda. Karena mesin – mesin kami yang dibuat oleh tenaga ahli kami sendiri, dan sudah melewati Quality Control.

Serta bisa anda coba sebelum anda bawa pulang. Sehingga anda akan merasa puas dengan pelayanan kami, karena kepuasan pelanggan adalah prioritas kami.

Sejarah aluminium

Logam aluminium sangat langka dalam bentuk alaminya, dan proses untuk memurnikannya dari batuan sangat kompleks, sehingga keterlibatannya dalam sejarah manusia sebagian besar tidak diketahui.

Namun, senyawa tawas telah dikenal sejak abad ke-5 SM dan digunakan secara luas untuk pewarnaan.

Selama Abad Pertengahan, tawas digunakan sebagai zat pewarna yang menjadikannya komoditas perdagangan internasional.

Ilmuwan Abad Renaisans percaya bahwa tawas merupakan garam dari suatu batuan baru; selama Zaman Pencerahan, diketahui bahwa batuan tersebut, alumina, merupakan oksida dari logam baru.

Penemuan logam ini dipublikasikan pada tahun 1825 oleh fisikawan yang bernama Denmark Hans Christian orsted, yang karyanya diperkaya lebih lanjut oleh ahli kimia Jerman Friedrich Wohler.

Aluminium sulit untuk dimurnikan dan karenanya jarang digunakan. Segera setelah penemuannya, harga aluminium melebihi harga emas.

Hal tersebut menurun hanya setelah dimulainya produksi industri pertama oleh ahli kimia Prancis yang bernamaHenri Etienne Sainte-Claire Deville pada tahun 1856.

Aluminium menjadi tersedia untuk umum dengan adanya proses Hall–Heroult yang dikembangkan secara independen oleh insinyur Prancis Paul Heroult dan insinyur Amerika Charles Martin Hall pada tahun 1886.

Serta proses Bayer yang telah dikembangkan oleh ahli kimia Austria Carl Josef Bayer pada tahun 1889. Proses ini telah digunakan untuk produksi aluminium hingga saat ini.

Pengenalan metode-metode ini untuk memproduksi aluminium secara massal menyebabkan penggunaan secara luas dari logam ringan, yang tahan korosi tersebut dalam industri dan kehidupan sehari-hari.

Aluminium mulai digunakan dalam rekayasa dan konstruksi. Dalam Perang Dunia I dan ke II aluminium merupakan sumber daya strategis yang penting bagi dunia penerbangan.

Produksi logam dunia tumbuh dari sekitar 6,800 metrik ton pada tahun 1900 menjadi 2,810,000 metrik ton pada tahun 1954, ketika aluminium menjadi logam non-besi yang paling banyak diproduksi, melampaui tembaga.

Pada paruh kedua pada abad ke-20, aluminium mulai digunakan dalam transportasi dan pengemasan.

Produksi aluminium menjadi pusat perhatian akibat pengaruhnya terhadap lingkungan, hingga kemudian ditemukan cara mendaur ulang aluminium. Logam ini menjadi komoditas pertukaran pada 1970-an.

 Aluminium

Aluminium ialah unsur kimia. Lambang aluminium ialah Al, dan nomor atomnya 13. Aluminium ialah logam paling berlimpah.

Aluminium bukan merupakan logam berat, tetapi merupakan elemen yang berjumlah sekitar 8% dari permukaan bumi dan paling berlimpah ketiga.

Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik. Ringan dan kuat. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas.

Dapat ditempa juga menjadi sebuah lembaran dan ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang.

Aluminium digunakan dalam berbagai banyak hal. Kebanyakan darinya digunakan dalam kabel bertegangan tinggi. Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang.

Ditemukan di rumah sebagai panci, botol minuman ringan, tutup botol susu dsb. Aluminium juga bisa digunakan untuk melapisi lampu mobil dan compact disks.

Sejarah aluminium terbentuk

Melalui penggunaan senyawa tawasnya. Catatan tertulis pertama dari tawas adalah pada abad ke-5 SM oleh sejarawan Yunani Herodotus.[8] Orang-orang kuno menggunakannya sebagai zat pewarna, dalam kedokteran.

Dalam penggilingan kimia, serta sebagai lapisan tahan api bagi kayu untuk melindungi benteng dari pembakaran musuh.Logam aluminium tidak dikenal saat itu.

Penulis Romawi Petronius menyebutkan dalam novelnya Satyricon bahwa sebuah gelas yang tidak biasa telah diberikan kepada kaisar: setelah dilempar ke trotoar.

Gelas tersebut tidak pecah tetapi hanya berubah bentuk. Gelas itu lalu dikembalikan ke bentuk semula menggunakan palu.

Setelah mengetahui dari penemu bahwa tidak ada orang lain yang tahu cara memproduksi bahan gelas ini, kaisar memerintahkan penemu itu dieksekusi sehingga tidak mengurangi harga emas.

Variasi dari kisah ini disebutkan secara singkat dalam Naturalis Historia oleh sejarawan Romawi Plinius yang Tua serta Roman History oleh sejarawan Romawi Cassius Dio.

Beberapa sumber menyarankan gelas ini mungkin saja terbuat dari aluminium.Paduan logam yang mengandung aluminium mungkin turut diproduksi di Tiongkok selama masa pemerintahan dinasti Jin pertama.

Sintesis Logam

Amalgam ini dengan cepat memisah di udara, dan dengan penyulingan, dalam suasana lembam, memnghasilkan benjolan logam yang berwarna dan berkilau agak menyerupai timah.

Fisikawan Denmark Hans Christian Ørsted pada tahun 1825, menjelaskan sintesis aluminium pada Royal Danish Academy of Sciences and Letters.

Hans Christian Ørsted, penemu logam aluminiumPada 1760, de Henouville mencoba mereduksi alumina menjadi logamnya namun tidak berhasil.

Ia mengklaim telah mencoba setiap metode reduksi yang diketahui pada saat itu, meskipun metodenya tidak dipublikasikan. Mungkin dia mencampurkan alum dengan karbon atau zat organik.

Dengan garam atau menggunakan soda untuk fluks, dan memanaskannya dalam api arang.[20] Ahli kimia Austria Anton Leopold Ruprecht dan Matteo Tondi mengulangi eksperimen Baron pada 1790.

Yang secara signifikan meningkatkan suhu. Mereka menemukan partikel logam kecil yang mereka yakini sebagai logam yang dicari.

Tetapi kemudian percobaan oleh ahli kimia lain menunjukkan ini besi fosfida dari kotoran di arang dan abu tulang.

Ahli kimia Jerman yang bernama Martin Heinrich Klaproth berkomentar setelahnya, “jika ada batuan yang telah diletakkan dalam kondisi di mana sifat logamnya harus diungkapkan, jika ada.

Batuan yang terpapar pada eksperimen yang cocok untuk mereduksinya, diuji dalam api terpanas dengan segala macam metode, pada skala besar maupun kecil, bahwa batuan tersebut pastinya adalah alumina.

Namun belum ada yang merasakan 1 pun logamisasi itu.” [21] Lavoisier pada tahun 1794[22] dan kimiawan Prancis Louis-Bernard Guyton de Morveau pada tahun 1795.

Melelehkan alumina menjadi enamel putih dalam api arang yang dihasilkan dari oksigen murni tetapi tidak menemukan logam.

Kimiawan Amerika yang bernama Robert Hare melelehkan alumina dengan suatu pipa tiup oksihidrogen pada tahun 1802, juga mendapatkan enamel, tetapi masih belum menemukan logam.[21]